Tuesday, 24 January 2012

Ribetnya buang sampah di Jerman.

Sudah 3 tahun lebih keluarga kami pindah dari Indonesia ke Jerman.  Dan sesuai kata pepatah : „Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung“, maka kami pun mesti belajar menyesuaikan diri dengan kebiasaan2 hidup orang sini, antara lain dalam hal: B-U-A-N-G --  S-A-M-P-A-H…….  
Buang sampah di Jerman, perlu suatu pembelajaran khusus, yah ibarat kuliah, minimal 3 SKS wajib mesti lulus.  Kalo ga lulus, hukumannya dideportasi !  hahahahahaha……….
Tempat sampah di pinggir jalan.
Bisa menampung sampah yang lumayan banyak, karena modelnya berupa wadah dibawah permukaan tanah
(wadah sekitar 50x50x100 cm besarnya) yang kalau penuh, diambil lewat pintu di kiri.

Perbandingan
Kalau  di Indonesia,  semua sampah,  mau bekas botol aqua kek, mau kertas bekas ulangan kek, mau sisa potongan sayur, pulpen kering, martabak sisa seminggu yll, bungkus indomi, pokoknya semuaaaaa......  masuk blessss...  ke dalam satu jenis tong sampah, yang biasanya pasti  ada di dapur, dan di ruang makan.
Dari situ, sampah nanti dikumpulkan oleh si Mbak ke tong sampah besar di dekat pintu gerbang,  supaya bisa diangkut oleh Mamang sampah yang lewat membawa gerobak ke rumah tiap sore.  Begitulah rutinitas per-sampah-an di tempat tinggalku di Bogor dulu.
Dari gerobak Mamang, sampah dikumpulkan di TPS, lalu beberapa pemulung sampah menyortir sesuai keperluan. Dari situ, baru sampah diangkut  lagi ke TPA dengan truk terbuka, yang kalau jalan ugh..ugh....puih.....  baunya kemana-manaaaaaaa.......... dan kadang saking tingginya tumpukan, walau sudah di up grade pakai triplek2 yang  ganjel batang kayu, tetep aja sampahnya berceceran di jalan.
Di TPA ada lagi pemulung lain yang kembali menyortir sampah. Terasa betul bahwa pemulung itu berjasa bagi kita. Bayar bulanan sampah pun ga seberapa kalau tinggal di perumahan biasa. Perumahan mewah ya bayar bulanan kebersihannya pasti mahalan, tapi perlakuan tetap sama.
Di Jerman
Di Jerman, buang sampah mesti teratur alias ada peraturannya. Kalau melanggar, pastinya malu lah (malu2in negara asal kita maksudnya, karena kena omelan dan diomongin orang !). 
Kalo dosanya parah, juga bisa kena denda.  Nah, denda ini mungkin yang bikin orang kapok, karena ga ada istilah maap atau nego, apalagi pake nyebut : „saya kenal si Anu... saya ini keluarganya si Anu loh..... „ bleh....  hahahaha..... ga ngaruh deh!
Truk pengambil sampah yang lewat di siang hari.
Selalu ada minimal 2 orang yang bertugas : satu nyetir, satu tarik tong.
Tiap mobil  mengambil khusus satu jenis sampah saja, dibedakan dari tutup tong-nya.
Pastinya ukuran tong sampah mesti seragam, supaya pas bisa diangkat oleh  alat otomatik-nya.

Sampai hari ini, anggota keluarga kami (terutama suami dan anak2) kadang masih suka asal saja membuang sampah, maklum masih terkenang kebiasaan dulu barangkali.  Akhirnya, yah ibu rumah tangga seperti sayalah yang kebagian nyortir sampah.
Emang gimana sih susahnya buang sampah di Jerman?  Yang bikin susah itu, selain kudu bayar iuran sampah bulanannya pake Euro, juga  karena tiap sampah masing2 ada tempatnya sendiri sesuai jenisnya, sejak dari rumah sampai ke TPA. Penyortiran sampah dimulai dari rumah masing-masing.  Artinya, di tiap rumah, punya tong sampah ga cukup satu atau dua, mesti 5 minimal! wah capeee dech……
Ngapain sih dibikin segitu ribet ? Maksudnya jelas, supaya ibu2 rumah tangga punya kerjaan  tetap, hahahahaha….  Maksudnya agar kegiatan pengolahan sampah bisa optimal.  
Tempat sampah dibagi2 sesuai jenisnya;  mana yang bisa didaur ulang, mana yang bisa jadi kompos, mana yang mesti ditangani khusus dsb. Ini macam-macamnya :
1.       Sampah sisa makanan (Biomüll)
Sampah dari dapur berupa sisa buah, sayur, kacang, bunga, ampas teh , rambut, kulit telur, koran, dapat dimasukkan ke dalam tong berwarna coklat. Setiap seminggu sekali, ditaruh di pinggir jalan, agar dapat diambil oleh mobil sampah. Ukuran tong bermacam-macam, ada yang 60 lt, 80 lt, 120 lt sampai 240 lt.  Setelah mobil sampah datang mengosongkan tong, juga ditawarkan pelayanan mobil khusus yang datang untuk mencuci tong coklat ini dengan mesin, karena pasti kotor dan bau sekali.
2.       Sampah kertas, karton (Blaue Tonne)
Diambil sekali dalam sebulan.  Isinya hanya boleh sisa kertas, majalah, karton, kemasan karton dengan tanda  panah melingkar grünen Punkt. Caranya sama, ditaruh di pinggir jalan sesuai jadwal pengambilan daerah tsb,  biasanya sekali dalam 4 minggu. Di awal tahun, pasti dibagikan ke tiap rumah tangga : buku jadwal pengambilan sampah berdasarkan jenis dan areanya.
3.       Sampah lain2 rumah tangga (Restmüll)
Biasanya jenis sampah ini yang paling banyak dihasilkan oleh rumah tangga. Dari satu bangunan apartemen, bisa berderet2 jumlahnya. Isinya mainan plastik rusak, tas bekas, porselen, karet, lampu bekas, selang, kosmetik, foto, kaset, dan semua sisa sampah rumah deh....
Tong jenis ini yang tutupnya hitam  diambil oleh mobil pengangkut sampah sekali dalam 2 minggu, yang tutupnya merah diambil sekali tiap 4 minggu.

Tong warna coklat untuk sampah sisa makanan (Biomüll).
Tong tutup biru untuk sampah kertas (Blaue Tonne).
Tong tutup hitam untuk sampah lain2 rumah tangga (Restmüll)
4.       Sampah kemasan (Verpackungen in Gelbe Sack)
Jenis2 kemasan yang ada tanda panah melingkar, artinya kemasan ini bisa didaur ulang dan wajib dimasukkan ke plastik kuning Gelbe Sack.  Juga walau tidak ada panah melingkar, tapi tergolong kemasan juga bisa masuk ke plastik ini. Contoh : plastik chips, kemasan margarin,  bekas kosmetik, botol saus, kaleng makanan, tutup alumunium,  kemasan obat dsb yang terbuat dari plastik atau metal. 
Plastik kuningnya bisa diminta gratis di balaikota setempat (Rathaus ). Pengumpulan sampah jenis ini dibiayai oleh industri ybs.
Kalau plastik kuning sudah penuh di rumah, kumpulkan dulu di masing2 rumah tangga, biasanya di gudang.  Baru jika tiba jadwalnya pengangkutan plastik kuning, kira2 sebulan sekali, nah, keluarkan deh semua simpanan sampah  yang sudah berplastik2 itu, lalu taruh di pinggir jalan.
Pernah suatu ketika, ada orang asal naruh segunduk plastik2 kuning di pinggir jalan , padahal bukan jadwal nya pengangkutan hari itu.  Entah siapa yang menelpon, besoknya langsung lah datang  mobil plastik kuning khusus untuk mengambil sampah itu.  Alhasil rumah yang didekatnya mesti bayar ekstra, demi kebersihan dan keindahan kota.
Sampah kemasan (Verpackungen in Gelbe Sack)

5.       Sampah gelas. Dibagi lagi sesuai warna gelasnya : bening, biru, coklat (Weissglass, Blaueglass, Braunglass)
Gelas atau botol beling dibuang tanpa tutup, ke tong yang sesuai warnanya, untuk memudahkan daur ulang. Tong besar ini biasanya terdapat hanya satu di suatu area, jadi tidak perlu masing2 bangunan punya tong sampah gelas. Tapi membuang sampah gelas hanya boleh hari di kerja antara jam 8.00 sd 19.00, karena berisik... prang....prang..... prang... bikin jantungan oma opa yang tinggal disebelahnya.......

TPS untuk gelas berwarna hijau

TPS untuk gelas berwarna bening
TPS untuk gelas berwarna coklat

6.       Sampah batere  (Alt Baterei)
Batere bekas, tidak boleh sembarang dibuang, karena beracun dan merusak lingkungan. Jika ada batere bekas, mesti dibuang ke kotak khusus yang pasti tersedia di tiap toko yang menjual batere, misalnya di supermarket atau toko elektronik.
Kotak tempat buang baterei bekas

7.       Baju bekas  dan sepatu bekas.
Baju dan sepatu bekas yang bersih dan layak pakai, dapat disumbang untuk yang membutuhkan lewat tempat khusus yang biasanya tersedia di dekat tong sampah gelas. Sepatu mesti di masukkan ke dalam plastik bersih per pasang.
Kalau baju dan sepatu yang sudah kotor dan tidak layak ? ya buang saja ke tong sampah Restmüll.
Tempat buang baju dan sepatu layak pakai, untuk disumbangkan ke Palang Merah Jerman
Tempat buang sepatu milik perusahaan lokal.

8.       Sperrmüll
Biasanya jika ada orang pindah rumah, ada sampah meubel ukuran besar.  Sofa bekas, meja, lemari, tempat tidur, kasur,  karpet bekas, koper besar dan sejenisnya.
Jika ada sampah2 jenis ini, kita mesti telpon jauh hari sebelumnya, ke bagian sampah kota, agar sampah tsb diambil khusus ke rumah.  Jasa ini tidak dikenakan biaya dalam 1 kali setahun, maksimum 3 m kubik.  Jika  lebih dari itu, dikenakan biaya ekstra. Di tempat kami,  tarifnya 76 euro.
Biasanya sih  kalau barangnya masih bagus, lebih baik disumbangkan saja ke tetangga yang membutuhkan. Kalau ada yang mau, kan sama2 untung ?
9.       Sampah ukuran besar dan barang elektronik , diantar ke Wertstoffhof.
Yang termasuk sampah jenis ini adalah ranting2 pohon (max diameter 10 cm), mesin cuci, TV, monitor komputer, vacuum cleaner, kulkas, stereo, hair dryer, karton2 besar, tempat tidur dari metal, sepeda, jemuran, bak mandi dan sejenisnya  Sampah jenis ini dapat diantar sendiri ke tempat Wertstoffhof (pusat daur ulang) yang terdapat di masing2 kota. 
Jika tidak dapat mengantar sendiri, disediakan jasa pengambilan dari bagian sampah kota, yang pasti , harus bayar ongkos angkutnya . 

Lain-lain :
·           Meubel yang masih baik, dapat disumbangkan ke yayasan sosial , misal : Caritas, agar diperbaiki, dan dijual kembali lalu uangnya untuk sosial atau barang diberikan pada yang tidak mampu.
·           Sisa obat, sebaiknya dikembalikan ke apotik.  Jangan dibuang ke WC atau tong sampah, agar tidak mencemari lingkungan.

Oh ya, ada satu lagi yang unik di Jerman.  Biasanya kalau kita beli minuman dalam kemasan botol plastik bertanda gambar botol dilingkari lingkaran hitam, kita mesti bayar uang jaminan botol (Pfand).  Uang jaminan ada yang 25 cents (kemasan sekali pakai buang),  atau 15 cents (kemasan plastik/botol beling yang bisa digunakan lagi oleh pabrik tsb).  
Jadi andai beli aqua botol, kita mesti membayar harga minuman plus uang jaminan.  
Kalau botolnya sudah kosong, kita bisa kembalikan ke mesin yang biasanya tersedia di supermarket2, atau ke kasir yang menjual minuman tsb.  Caranya : kita masukkan botol satu persatu, kalau sudah selesai, akan keluar bon tertera jumlah uang yang bisa didapat kembali dari kasir. Jumlah uang diterima sama senilai  uang jaminan yang dibayarkan.
Mesin pengembalian botol plastik 25 cents.

Hadeeuuuuhhh……  repot amat yak ? Ampe segitunya peraturan persampahan! Bener2 dipikirkan dalam jangka panjaaaaang….. Pastnya tiap industri minuman berkemasan dikenakan peraturan mesti investasi beli mesin2 mahal ini,  demi orang ga buang plastik sembarangan.  Akhirnya ya harga minuman kemasan jadi lebih mahal di sini L  dibanding negara tetangga lain di Eropa.

Yah begitu deh cerita tentang peraturan buang sampah di Jerman. 
Ribet ya? yah pasti lah, tapi demi lingkungan hidup kita, mungkin lebih baik ribet dikit dari sekarang, supaya generasi anak cucu kita bisa hidup lebih berkualitas.  
Hidup lebih berkualitas maksudnya  ga rutin langganan banjir karena kali kotor hitam, bau dan air macet penuh sampah.  Juga ga bau asap karena tetangga bakar sampah tiap sore. Ga ngeri kena racun yang diserap tanaman dan meracuni air pompa dirumah karena ada  kuburan cairan kimia berbahaya di pekarangan sebelah.........

Source :
Abfallkalender 2012 der Stadtwerke Singen.  www.stadtwerke-singen.de

Wednesday, 19 October 2011

Schengen Visa (from German Embassy) & Public Tickets in Germany

Beberapa teman kadang bertanya:
  • Gimana caranya jalan-jalan ke Jerman, apa sih syarat apply visanya? 
  • Kalau jalan-jalan di Jerman itu mahal gak?
  • Kalo mau keliling Eropa, enaknya naik apa ya?
  • Gimana cara beli tiketnya ? Bisa pesan dulu gak ?
  • Bayarnya gimana ? dsb....
Nah, ini informasi yang barangkali bisa menjawab pertanyaan2 tsb :


VISA KUNJUNGAN SCHENGEN
Schengen adalah istilah untuk persatuan negara2 di Eropa yang punya perjanjian khusus tentang keimmigrasian. Karena negara2 di Eropa relatif tidak terlalu luas dan mobilitas tinggi, maka dipermudah bagi penduduk maupun pendatang untuk berpindah dari satu negara ke negara lain tanpa harus selalu ribet apply visa di setiap negara yang dikunjungi.

Adapun negara-negara Eropa yang tergabung dalam negara Schengen adalah : Austria, Belanda, Belgia, Denmark, Estonia, Finlandia, Islandia, Italia, Jerman, Luxembourg, Liechtenstein, Norwegia, Portugal, Perancis, Polandia, Spanyol, Swedia, Swiss, Yunani.
Jika ingin mengunjungi salah satu atau beberapa negara-negara Schengen, pastinya harus punya visa Schengen, yang bisa dimintakan ke Kedutaan salah satu negara tsb di Jakarta.

Berikut ini adalah pengalaman saya apply visa ke kedutaan Jerman. Kedutaan lain saya kira memberikan persyaratan yang mirip dan harga pun seragam, namun tentu saja kadang ada beberapa kedutaan yang memberlakukan peraturan sedikit berbeda.
Misalnya jika apply visa ke kedutaan Jerman, maka visa akan diberikan sesuai keperluan alias sesuai tanggal pergi dan pulang tiketnya, dengan maksimum 3 bulan. Tapi untuk kedutaan Portugal, visa langsung diberikan 3 bulan (multiple entries).


Jadi, kalau niatnya mau keliling Eropa, mesti apply visa kemana dong ? Yah,  biasanya pihak kedutaan (Jerman) akan bertanya kemana Anda paling banyak menghabiskan waktu nanti  di Eropa? Kalau lebih lama di Jerman, ya apply lah visa Jerman, walau mungkin pesawat Anda mendarat di Swiss dan pulang dari Perancis, tidak masalah.
Syarat2 pengajuan Visa kunjungan / visa turis (dengan maksimal tinggal 3 bulan) di kedutaan Jerman :
  • Paspor dengan masa berlaku lebih dari 6 bulan,
  • mengisi formulir lengkap, beserta pasfoto biometris. 
  • surat undangan dari Imigrasi Jerman (Verplichtungserklärung) yang dibuat oleh pengundang dari Jerman ATAU uang jaminan tabungan di bank Indonesia senilai 100 Euro per hari kunjungan, 
  • asuransi perjalanan dari prsh asuransi yang terdaftar di Embassy's list (nominal pertanggungan min 30.000 Euro),
  • bukti beli/booking ticket pesawat pp
  • bukti booking hotel (jika sudah melampirkan Verplichtungserklärung, booking hotel tidak diperlukan).
  • membayar biaya senilai 60 Euro.
Pengajuan visa harus orang ybs datang ke kedutaan Jerman, alias tidak bisa diwakilan. Untuk lebih lengkapnya, silakan up date persayaratan di situs web kedutaan Jerman : http://www.jakarta.diplo.de/Vertretung/jakarta/id/01/Visabestimmungen/Hinweis__Aufenthalt__bis__3__Monate.html
Biaya senilai 60 Euro dibayarkan dalam mata uang rupiah sesuai kurs berlaku saat itu.
Tapi Anda jangan kuatir, kedutaan Jerman tidak akan memungut bayaran jika dokumen Anda tidak lengkap atau berkemungkinan ditolak. Yah, paling2 resikonya capek bolak balik antri saja....
Sekedar tips : ajukanlah visa antara 3 bulan sd 1 bulan sebelum keberangkatan, karena pengajuan visa saat ini harus melalui jadwal yang didaftarkan melalui website kedutaan (di kedutaan semua negara Schengen saya kira peraturan ini sama). Jadi mulai Sept 2011, tidak bisa langsung datang dan antri di kedutaan, melainkan harus buat Termin dulu via website. Jika dokumen sudah masuk untuk diproses, masih harus menunggu proses pembuatan visa selesai, kira-kira (berita terbaru dari website), skr bisa selesai dalam 3 hari kerja. Ini lebih cepat daripada sebelumya yang memerlukan 10-15 hari kalender.




TIKET PESAWAT dari INDONESIA ke EROPA
Untuk tiket dari Indonesia ke Eropa, prinsipnya kalau mau murah, jangan pilih tanggal peak season disaat liburan anak sekolah. (Tapi gimana dong, kalau anak ga libur, ya mana bisa jalan2 ? hehehehe... ini memang problem keluarga yang pingin jalan2 dengan dana terbatas....)
Cobalah  dari jauh2 hari searching tiket pesawat di website airways-nya langsung, barangkali tanggal yang kita inginkan sedang ada promo. Misal :
http://www.singaporeair.com/
http://www.garuda-indonesia.com/
http://www.lufthansa.com/
http://www.emirates.com/
http://www.thaiairways.com/
http://www.qatarairways.com/
.....dsb
lalu selain itu, coba tanyakan juga ke travel/biro perjalanan, barangkali mereka punya tiket promo yang mungkin saja lebih murah daripada harga di website. Biasanya beli dari jauh hari bisa dapat jauh lebih murah daripada beli sudah mepet tanggal keberangkatan.
Saat memilih tiket mana yang dibeli, tanyakan juga berapa Kg max barang bawaan yang diperbolehkan. Kebanyakan airways mengijinkan max 23 Kg per orang, namun untuk Emirates dan Kuwait Airways, mengijinkan sampai 32 kg per orang di kelas Ekonomi.
Selain itu, juga perlu diperhatikan transit dimana dan berapa lama? Hati2 untuk transit singkat, jangan sampai Anda ketinggalan pesawat berikutnya dikarenakan harus berjalan jauh di dalam airport menuju gate yang dituju. Atau transit terlalu lama, juga perlu tenaga extra.
Tips : untuk orang tua atau anak2 yang bepergian sendirian, sebaiknya dimintakan Special Assistance saat membeli tiket, yaitu pelayanan antar jemput oleh petugas selama di airport sejak dari berangkat, transit sampai ke airport tujuan. Sangat dianjurkan agar tidak nyasar, apalagi di airport besar dan bahasanya tidak dimengerti.  Biasanya layanan ini gratis, tapi harus dimintakan sebelumnya.  


TIKET PESAWAT DALAM EROPA
Jika Anda hanya punya waktu terbatas dan ingin mengunjungi kota-kota di banyak negara, lebih baik Anda naik pesawat untuk menghemat waktu perjalanan. Sangat disarankan jika orang tua atau anak kecil turut serta. 
Beberapa tahun belakangan, tersedia berbagai pilihan budget air (pesawat murah). Misal :
http://www.easyjet.com/
http://www.germanwings.com/
http://www.ryanair.com/
http://www.airberlin.com/
http://www.condor.com/
...dsb
Jika membeli budget air dari jauh hari (6 sampai 3 bulan sebelumnya), tiket pesawat bisa lebih murah daripada membeli tiket kereta atau bis. Pernah kami dapat tiket seharga 20 Euro per orang sekali jalan untuk rute di dalam Eropa di saat liburan anak sekolah.
Tapi sayang, jika sudah mepet tanggal keberangkatan, harga tiket pesawat budget air kadang sudah mirip dengan tiket pesawat komersial lainnya, alias sudah mahal.
Tiket pesawat ini bisa dibeli via internet, dengan kata lain bisa dibeli dari Indonesia, dengan menggunakan kartu kredit.
Tapi, seperti biasa, resikonya, tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan jika tidak terpakai. Juga tidak dapat ganti nama alias tidak dapat dijual lagi.
Sebagai keterangan, budget air berarti siap2 tidak mendapat makanan di dalam perjalanan, namun ditawarkan makanan kecil yang bisa dibeli di pesawat. Per penumpang hanya diperkenankan membawa satu handbag ukuran kabin, jadi jika ingin membawa koper besar (max 20 kg), dikenakan biaya extra.
Duduknya pun tidak ada nomor kursi, jadi duduk saja di tempat yang masih kosong. Namun penumpang yang membawa balita didahulukan masuk. 


Juga hal yang perlu diperhatikan adalah dari airport mana pesawat itu barangkat dan tiba.
Ryan air terkenal dengan harga super murah, namun airportnya jauh dari kota, sehingga kita mesti menghitung biaya transport (dikali jumlah orang) dan waktu dari airport ke kota tujuan dan sebaliknya. Jika Anda bepergian sendirian dan bertipe backpacker, pesawat Ryan air ini cocok untuk travel hemat.


TIKET KERETA DI JERMAN
Jika ingin berjalan2 mengunjungi tempat2 di dalam Jerman, ada beberapa pilihan tiket kereta yang harganya terjangkau. Cobalah cari informasi di http://www.bahn.de/ 
Di website tsb kita dapat mencari informasi detil perjalanan dari stasiun A ke stasiun B, beserta harganya. Juga informasi penawaran2 tiket kereta murah yang sesuai dengan tujuan kita.
Kereta Jerman terkenal dengan kenyamanannya dan tepat waktu. Yah walaupun kadang sesekali kereta terlambat disebabkan ada kejadian tak terduga, namum keterlambatan itu selalu diinformasikan di display stasiun (dalam bahasa Jerman dan Inggris) dan diumumkan lewat halo-halo di speaker dalam bahasa Jerman.


Contoh display informasi jadwal kereta di stasiun
source : media.photobucket.com


Kereta di Jerman ada 2 tipe : cepat dan sedang (rasanya ga ada yang lambat ? :))
Kereta cepat namanya ICE (Inter City Express), IC (Inter City), dan EC (Europe City). 



Kereta cepat Jerman ICE (Inter City Express)
Melayani rute antar kota besar dan kota2 lain di Eropa
source : heinzalbers.org


Kereta lainnya yang larinya sedang2 saja disebut RE (Regional Express), IRE (Inter Regional Express), RB (Regional Bahn) dan berbagai tipe kereta lokal setempat.
Kereta jenis ini biasanya lebih banyak berhenti di stasiun2 kecil untuk mengangkut penumpang2 yang tinggal didaerah tsb.


Kereta RE / IRE (Regional Express)
biasanya berwarna merah, dan kadang bertingkat
source : bahnbilder.de


Salah satu model kereta lokal.  Yang ini namanya SBB.
SBB ini aslinya kereta milik Swiss, namun beroperasi di perbatasan Jerman.
source : moebahn.de


Membeli tiket kereta di Jerman sangat mudah. Di setiap stasiun tersedia mesin otomatis yang memberikan informasi detil perjalanan Anda. Tiket dapat dibayar dengan uang tunai (uang kertas nominal biasanya max 20 Euro atau koin), kartu debit atau credit card. Mesin ini menggunakan touch screen yang user friendly dan tersedia berbagai pilihan bahasa (Jerman, Inggris, Spanyol, Perancis, Itali dan Turki)


Tiket Automat kereta di Jerman
source : de.wikipedia.org


Namun jika Anda memerlukan informasi lebih detil, Anda dapat bertanya langsung ke loket penjualan tiket di Bahnhof (stasiun) yang buka pada jam2 tertentu.
Kadang ada penambahan harga 2 Euro jika membeli di loket, Tapi untuk turis, jika Anda tidak yakin tiket mana yang tepat, yah apa boleh buat, lebih baik tambah 2 Euro kan, daripada salah beli tiket dari Automat ?

Schönes Wochenende Ticket
Kalau Sabtu dan Minggu, ada Schönes Wochenende Ticket (tiket akhir pekan ) yang berlaku seluruh Jerman. Wuih..... enaknyaa..... tinggal tunjuk deh mau dari mana ke kota mana? 
Puas deh menjelajah Jerman ! Buat mahasiswa, keluarga atau rombongan ngerumpi, tiket ini pasti jadi langganan favorit jalan2 murmer.
Schones Wochenende Ticket harganya skr 40 Euro untuk maksimum 5 orang, berlaku seharian mulai jam 00 sampai jam 03 hari berikutnya, namun berlaku hanya untuk kereta biasa, bukan kereta cepat. Tidak berlaku bis dalam kota. http://www.bahn.de/p/view/angebot/regio/schoenes_wochenende_ticket.shtml

Quer durchs Land Ticket
Kalau hari Senin sd Jumat, berhubung Schönes Wochenende Ticket tidak berlaku, maka ada yang namanya Quer durchs land Ticket jika ingin jalan2 menggunakan kereta dengan tiket yang berlaku di seluruh Jerman.
Harga orang pertama 42 Euro, penambahan orang beriktunya 6 Euro, dengan maksimun total 5 orang. 
Jadi kalau 2 orang = 48 Euro, dst, 5 orang = 66 Euro. Berlaku mulai jam 9 pagi sd jam 3 hari berikutnya, dan tidak berlaku untuk kereta cepat. Coba lihat infonya di :  http://www.bahn.de/p/view/angebot/regio/qdl.shtml

Länder Ticket
Di setiap Bundesländer (negara bagian atau propinsi kalau di Indonesia), ada yang namanya Länder Ticket. Ticket ini berlaku di masing2 Bundesländer, berlaku seharian (Senin-Jumat mulai jam 9 pagi, Sabtu-Minggu mulai jam 00.00), bisa untuk kereta, S-bahn dan bis, maksimal 5 orang, namun tidak berlaku untuk kereta cepat. Harganya bervariasi, misalnya untuk daerah Baden Württemberg, satu orang 21 Euro, penambahan orang berikutnya, tambah 4 Euro. Jadi untuk 2 orang bayar 25 Euro, dst, 5 orang bayar 37 Euro.  Untuk daerah Bayern @ 29 Euro untuk 5 orang. Untuk harga daerah lain, coba cek di http://www.bahn.de/p/view/angebot/regio/laender_tickets.shtml

Jika Anda memerlukan jadwal perjalanan di wilayah Baden Württemberg, Anda bisa buka websitenya : http://www.efa-bw.de/nvbw/XSLT_TRIP_REQUEST2?language=en 
Disitu tempatnya Anda bisa mendapat info perjalanan detil, naik apa sebaiknya dari tempat A ke tempat B, berapa lama perjalanan, jenis angkutannya, mesti ganti angkutan dimana dsb. Pokoknya lengkap deh, mempermudah jalan2 tanpa harus bingung tanya2 pakai bahasa Jerman yang ribet ...hehehehhe.....

VHB Ticket
 VHB Ticket adalah salah satu dari sekian banyak tiket angkutan umum yang berlaku lokal untuk suatu daerah setempat. VHB Ticket ini berlaku di daerah Bodensee, selatan Jerman.
Area berlakunya tiket VHB bisa dilihat sbb : http://www.vhb-info.de/fileadmin/Seiten/Downloads/Raeumliche_Gueltigkeit/VHB_Tarifzonen.pdf
Jadi jika hanya ingin seharian berjalan2 di daerah Bodensee, dan kurang dari 5 orang, tidak perlu membeli Länder Ticket, karena tiket VHB ini lebih murah. Satu orang harganya 9,8 Euro (namanya Tagesticket) atau tiket keluarga (2 dewasa + 4 anak) 14 Euro (namanya Familien Tages Ticket).
Tiket ini berlaku untuk kereta dan bis, Senin sd Jumat mulai jam 09.00 namun Sabtu-minggu mulai jam 00.00. Bisa dibeli di tiap mesin otomat di Bahnhof (Stasiun) atau beli langsung di supir bis setempat.


OK deh, selamat jalan-jalan....... jangan lupa oleh2nya ya untuk orang di rumah.....

Saturday, 2 July 2011

Bodensee - (Singen Hohentwiel, Schaffhausen, Stein am Rhein, Radolfzell, Reichenau, Konstanz, Meersburg, Engen)

BODENSEE
Sekarang aku akan menceritakan tempat tinggalku saat ini, yaitu Singen Hohentwiel di daerah Bodensee.
Jarang orang Indonesia mengenal Bodensee. Entah kenapa, mungkin karena kurang promosi atau bukan dilalui jalur gemuk pariwisata. Padahal Bodensee area ini cukup indah, tidak kalah bagus dengan tempat lain di Eropa. Dulu sebelum tinggal disini, aku pun tak pernah dengar Bodensee.

Singen Hohentwiel
 Kalau Baden Württemberg, okelah sering dengar, tapi Bodensee? Apalagi Singen? hahahhaha...... ada tempat kok namanya Singen = menyanyi ?

Bodensee adalah nama danau terbesar di Eropa, dimiliki oleh 3 negara : Jerman, Swiss dan Austria.
Terletak di paling selatan Jerman, atau paling utara Swiss atau paling kiri Austria.
Kota terbesar di tepi danau ini adalah Konstanz (Jerman). Jarak Singen ke Konstanz kira2 35 km atau 40 menit naik kereta SBB.

Kali kecil Aach yang melewati desa Singen
Singen berpenduduk kira2 45.000 orang saja, sebagian besar orang asing, atau orang Jerman keturunan asing. (Kalau penduduk segitu sih, bukan kota yah namanya? cuma desa untuk ukuran Indonesia yang padat penduduknya....)



Luther Kirche, dibelakang rumahku

Di Singen kebanyakan orang bekerja di pabrik. Banyak pabrik disini, karena lokasinya berbatasan dengan Swiss, namun masih tanah Jerman. Karena faktanya, tenaga kerja lebih murah di Jerman daripada di Swiss. Biaya hidup juga lebih murah di Jerman daripada Swiss, walaupun yah mau ga mau jadi kena imbas jadi agak mahal juga kalau dibanding Jerman bagian lain, dikarenakan terletak di perbatasan.


Singen Stadthalle

Untuk jalan2, kayaknya sih Singen kurang menarik. Cuma ada reruntuhan kastil tua di atas bukit Hohentwiel, sisanya ya perumahan, toko2 dan public service. (tapi ada saya dan keluarga yang siap menemani lho....)

Singen Landesgartenschau, dengan latar belakang Kastil tua Hohentwiel
Tapi, dari Bahnhof (stasiun kereta) Singen, kita bisa ke kota2 lain karena disitulah Bahnhof penghubungnya.
Kalau mau naik public transport di area Bodensee, ada ticket harian (Tagesticket VHB) yang kalau dihitung lebih murah daripada beli ngecer, jika ingin jalan2 seharian. Tiket ini berlaku untuk kereta dan bis di daerah Bodensee.  Klik saja infonya : http://www.vhb-info.de/index.php?id=35 Satu orang = 9,8 Euro, sekeluarga = 14 Euro sudah bisa seharian jalan2 dari Schaffhausen (Swiss) sampai ke Konstanz (Jerman).
Berikut ini adalah tempat2 wisata yang termasuk area Tagesticket VHB (Tiket harian VHB) :

1. Schaffhausen

Schaffhausen Old Town
 Kota tua di ujung utara Swiss, cuma 15 menit naik kereta dari Singen. Kota tuanya (Altstadt = Old Town) bagus untuk dikunjungi, dengan beberapa air mancur dan patung kuno ditengahnya berciri khas Swiss banget....


Ada sungai Rhein yang indah jika kita berjalan sampai diujung Altstadt.

Tiap hari Jumat dan Sabtu, ada pasar tradisional di dalam hall kecil di belakang gereja.
Juga tiap Sabtu ada pasar tradisional menggelar meja dan dagangan dari mobil, di sepanjang jalan di Altstadt, menjual berbagai sayuran, daging, roti, dan bunga langsung dari petani. 



2 anak gembala sapi

Namun yang paling sering didatangi turis adalah air terjun Rheinfall. http://www.rheinfall.ch/home
Air terjun terbesar di Eropa ini sangat ramai kalau musim panas. Sayang, makanan disini agak mahal, jadi kalau kesini lebih baik bawa bekal dari rumah atau beli makanan dulu di supermarket Coop atau Migros yang dekat halte bis. Setelah perut kenyang, baru deh jalan kaki ke air terjun.



Rheinfall Schaffhausen, Swiss
 Kalau kesini, jangan lupa tukar uang dulu karena mata uang Swiss berbeda dengan Jerman. Tapi kalau tidak sempat, tenaaa..ng, masih bisa belanja kok,  karena semua toko di Schaffhausen menerima uang Euro, walau kursnya terserah toko.
Dari bahnhof Schaffhausen, menuju Rheinfall ini mesti naik bis no 1 dari Schaffhausen Bahnhof (ada tiap 10 menit sekali) dan turun di halte Neuhausen Rheinfall, lalu jalan kaki ikut petunjuk.
Ticket VHB yang dibeli di Jerman, berlaku hanya sampai Bahnhof Schaffhausen. Bus harus beli lagi eceran di supir bis (2,5 Franken) atau 10 ceklok (disebut Felderkarte) = 19 Franken.


2. Stein am Rhein

Stein am Rhein

Desa kecil di tepi sungai Rhein dengan populasi kurang dari 3500 jiwa.
Desa yang termasuk Kanton Schaffhausen ini ditempuh dengan waktu 30 menit dari Singen naik bis (tiket beli eceran di bis, 3.25 Euro per orang), atau 50 menit naik bis dari Radolfzell (berlaku tiket VHB. Jadi jika sudah punya tiket VHB, tidak perlu bayar lagi).

Rathaus


Terkenal karena lukisan2 antik pada tembok bangunan di tengah desa yang menakjubkan. http://www.steinamrhein.ch/xml_1/internet/de/application/d1/f405.cfm



Stein am Rhein Altstadt


Tempat yang tenang untuk berjalan2 sore, menikmati indahnya sinar matahari di tepi sungai sambil makan es krim.

Merenung di pinggir sungai, sambil memandang bebek berenang dan anak2 desa melompat berenang ke sungai dengan ceria.

Rhein



3. Radolfzell

Patung Keseimbangan "Mutter & Kind"

Desa tua di dekat Singen, jaraknya 2 stasiun kereta saja (10 menit) dari Singen. http://www.radolfzell.de/13071/Startseite-NEU/startseite.aspx

Desa di tepi danau Bodensee ini cukup indah, dan cocok untuk orang yang ingin tenang jalan2 sambil duduk makan es krim atau minum kopi memandang perahu layar di tepi danau.

Radolfzell Münster (gereja) yang indah terletak Altstadt dekat Bahnhof,  merupakan tempat favoritku untuk sekedar masuk, duduk dan berdoa sejenak.
Di sekitar Münster, ada beberapa toko dan selama Sommer, tiap hari Kamis ada pasar tradisional yang menjual keju, sayur dan daging.






Bodensee im Herbst


4. Reichenau

Gereja St Georg, Reichenau-Bodensee

Reichenau merupakan pulau kecil di Bodensee, terkenal karena kebun sayur dan gerejanya. http://www.reichenau.de/index.php?id=190&L=2 

Merupakan salah satu situs UNESCO karena terdapat gereja tua yang berumur 1000 tahun lebih (St Georg Kirche).
Tiap tahun di Reichenau ini diadakan perayaan tradisional gereja yang banyak dikunjungi turis. http://www.reichenau.de/index.php?id=181&L=2


Parkiran Yacht di Reichenau-Bodensee

Kalau mau berkunjung kesini, dari Bahnhof Reichenau, kita mesti naik bis tujuan Museum Mitelzell. Dari situ kita turun dan jalan2 melihat gereja tua, lalu kita bisa makan makanan Jerman dan mencoba bir di restoran tepi danau.
Dari situ, ada kapal kecil yang berangkat ke Allensbach tiap hari, dari bulan April sd Oktober.


Cobalah naik kapal kecil, dan rasakan suasana penduduk desa yang tenang. Sambil menunggu kapal datang, duduklah di tepi darmaga kecil. Menikmati kapal2 dan ikan2 di danau, memandang pegunungan Alpen dan rumah penduduk berhias bunga, ditemani angin semilir dan sinar matahari yang hangat......




5. Konstanz

Kota kecil yang ramai, terdapat Universitas dan Fachhochscule.  Jika berkunjung ke Altstadt, jangan lupa mampir ke gereja Münster, dan foto di depan bangunan2 berlukis antik di dindingnya. http://www.konstanz.de/en/index.html

Konstanz Hafen, dengan tugu Zeppelin
(Thanks to my models : Heidi & Amadea)
Karena letak Konstanz yang bersebelahan langsung dengan Kreuzlingen (Swiss), maka Bahnhof pun dibelah jadi 2 bagian : bagian Jerman dan bagian Swiss. Dulu sebelum Swiss masuk Schengen, di perbatasan pasti ada pemeriksaan visa. Tapi skr Bahnhof sudah tidak jelas lagi batasnya, dan petugas pemeriksa visa pun tidak terlihat lagi....


Konstanz Hafen (darmaga) juga tempat yang indah untuk dikunjungi. Ada Sea Life (mirip Sea World Ancol, walau lebih kecil, namun ada Pinguin-nya lho..), dan ada sewaan perahu gowes jika ingin menikmati danau sambil berjemur dan olahraga kaki.


Mau duduk memandang danau sambil minum bir atau makan Curry Wurst mit Pommes, juga pasti ada.

Konstanz juga merupakan tujuan orang berbelanja, di seputar Altstadt terdapat banyak toko2 dan restoran dengan harga yang terjangkau.


Cobalah es krim PANO (dulu namanya ARAN) yang terletak di jalan antara Bahnhof dan Hafen, rasanya enak sekali, berbeda dengan es krim cone yang biasa dijual di pinggir jalan, harganya pun tidak mahal, 1 Euro per Kugel.
 
Mall LAGO - Konstanz

Disini juga ada Mall, namanya mall Lago, tidak jauh di kiri Bahnhof. (hahahaha..... di Jakarta, Mall gede ada dimana-mana, tapi kalau disini, yaaa.. cuma ini satu2nya, cuma 3 lantai dan tidak besar. Ibarat kalau janjian sama temen disini, moal waka pa-teang-teang lah... ).

Kalau hari Sabtu, Altstadt selalu ramai dengan orang Swiss yang berbelanja disini, karena selain harganya pasti lebih murah daripada di Swiss, juga pajak yang dibayarkan, dapat ditarik kembali oleh orang Swiss.
Loh kok bisa? Laaah, kan seperti layaknya orang belanja di luar negeri , alias dapat Tax Free gitu loh.... 


6. Meersburg



Meersburg Altstadt
 Meersburg adalah desa tua yang indah, di utara danau Bodensee. Konturnya berbukit2, ada kastil tua dan cafe2 tempat santai minum kopi sambil memandang danau.


Karena ini daerah wisata, toko2 souvenir dan kedai kopi disini hari Minggu juga buka, tidak seperti daerah lain di Jerman yang tiap Minggu pasti tutup.
http://www.meersburg.de/ceasy/modules/cms/main.php5?setActiveLanguageId=2&cPageId=1000030

 
Cara menuju Meersburg: dari Bahnhof Konstanz, naik bus jurusan Fähre (darmaga). Turun di darmaga penyebrangan, lalu naik kapal yang berangkat tiap setengah jam ke Meersburg sekitar 15 menit. Belilah tiket di atas kapal. Tiket return lebih murah sedikit daripada beli tiket one way dua kali.




7. Engen

Engen Altstadt
Desa kecil di utara Singen.
Altstadt (old town) nya menarik untuk dikunjungi : klein aber fein....
Tiap menjelang hari rabu Abu, seperti di daerah-daerah lain di baden Württemberg, ada perayaan Fastnacht , yaitu karnaval pakaian2 tradisional untuk mengusir hal2 jahat.


Lalu setelah Fastnacht, disambung acara Paskah (Osternmarkt) tiap April, yang menggelar pasar tradisional yang menarik bagi keluarga.

Engen Osternmarkt