Sunday, 24 June 2012

Barcelona, Spain

Liburan Natal dua minggu di musim dingin 2010, kalau cuma dirumah saja nonton TV sambil memandang gelapnya hari dengan jendela dan pintu tertutup, wah bakal bisa bikin stress nih…… 
We have to do something……!! Jalan-jalan!
Pikir-pikir dan usaha, kita searching tiket pesawat murah dari airport terdekat dari Bodensee. Kalau gak dari Stuttgart, Basel, Friedrichshafen, ya Memmingen. 
Berhari2 ubek2  cek website ini itu, akhirnya setelah dicatet, dihitung dan dipikirkan, maka diputuskan pergi ke : Barcelona!
Setelah perhitungan dengan berbagai rumus ekonomi, hasilnya tiket yang paling günstig adalah kalau pergi dari Stuttgart naik pesawat German Wings, lalu pulangnya lewat Basel naik easyjet.
Perjalanan naik pesawat ini jauh lebih murah daripada naik kereta, dan yang sudah pasti juga lebih cepat sampai. Kami membeli tiket sekitar 3 bulan sebelumnya, supaya dapat yang paling murah.
Sekarang masalahnya, pesawat German Wings dari Stuttgart take off pagi banget, sedangkan kalaupun subuh berangkat dari tempatku naik kereta menuju Stuttgart Airport, ya gak keburu lah.......  
Jadi mau tidak mau, mesti nginap dulu di Stuttgart.  Ya udah deh, apa boleh buat........
Terpaksa mesti cari2 hotel juga di sekitar airport yang paling murah, demi ngejar pesawat.
***************************************************
Hari H, pagi2nya dengan barang bawaan dan lengkap Kinderwagen yg paling mini, kami naik kereta ke Stuttgart. Tiba di Stuttgart, kami jalan2 dulu di kotanya dan mengunjungi Museum Porsche.  ***Ulasan tentang Museum Porsche, ada di artikel  Stuttgart***
Menjelang malam, kami naik bis menuju hotel di dekat airport, sekedar untuk tidur dan mandi.  Ketika subuh, kami sarapan seadanya buru2 di hotel, (saking buru2nya masih ngantuk tapi udah harus pergi, ketinggalan deh semua peralatan mandi di hotel). Juga karena pagi2 belum ada bis lewat, terpaksa deh minta tolong resepsionis panggil taxi.  Taxi 10 menit kemudian langsung datang. Ternyata untung naik taxi ga jauh, kira-kira 5 menit sudah sampai ke Stuttgart airport.
GsD, perjalanan lancar dari Stuttgart menuju Barcelona Airport BCN.
Cuaca cerah menambah semangat untuk memulai perjalanan. Pastinya udara lebih hangat di Spanyol daripada di Jerman, apalagi Barcelona terletak di tepi pantai yang banyak  angin lautnya.

Landing di BCN, kami menuju Tourist Information di pintu keluar Airport, dan memutuskan untuk membeli Barcelona Card.  Kartu ini adalah kartu free public transport di kota Barcelona, termasuk dari dan  menuju Airport BCN, dan tertulis diskon masuk museum2.

http://www.barcelona-tourist-guide.com/en/products/barcelona-card.html
Sebenarnya ada beberapa pilihan, yaitu beli tiket ngecer atau tiket 10x. Tapi karena kami pikir supaya praktis, ya kami pilih Barcelona Card saja. Padahal kalau dihitung2 sih, akhirnya diskon museum kurang terpakai dan  public transport pun kami tidak pakai terlalu sering karena short daylight in Winter.
Hari pertama di Barcelona, ada kejadian hilang ransel. Ceritanya pas naik kereta RENVE dari Airport BCN ke kota menuju hotel, ransel itu ditaruh di rak atas, sedangkan yang lain di bawah  dekat kaki. Keasikan lihat pemandangan kota dan lihat peta, tau2 wah skr harus turun dan ganti kereta!
Buru2 deh sabet tas dan tuntun anak. Eeeh... sudah lama, tiba2 inget... HAH?? Mana ransel ijo ????
Yaaaach…. raib lah sudah..... Di dalamnya isi bekal full, jaket anak dan guling anak! Aduuuuh……..
Untung (kan orang Indonesia, jadi untung terusss:) ) di ransel itu ga ada uang atau paspor!  Tapi guling anak???? tak ternilai harganya…
Sehabis check in di hotel, kami bertanya ke bagian resepsionis hotel apa yang harus dilakukan untuk bisa menemukan ransel kembali ? Mereka mengajurkan untuk lapor ke bagian Lost and Fund di Stasiun.
Langsung deh tugas pertama kami nyari kantor Lost and Fund di stasiun pusat. Stasiun2 kereta di Barcelona besar2, pergantian kereta jauh, dan jalannya bertangga2. Keluarga yang membawa Kinderwagen atau membawa orangtua, pasti repot deh..... :( 
Setelah usaha cari jalan sambil angkat2 Kinderwagen di tangga2, akhirnya nemu juga kantor Lost and Fund. Disitu disuruh isi2 formulir doang. Tapi hasilnya nihil.  Petugasnya sih senyum2, dia kayaknya udah tau barangkali, “ga mungkin deh ketemu, Bu!”
Ya mesti rela deh……. Emang keteledoranku….

Barcelona City
Kota Barcelona memang asli bagus! Itu kesanku setelah kesana.  
Tidak salah jika ada orang menulis „Jika Anda hanya punya satu pilihan kota ke Spanyol, pilihlah Barcelona!“
Barcelona adalah kota tepi pantai, di daerah Catalan. Sejarah menceritakan, orang Catalan sering bersitegang dengan orang Spanyol, yang tinggal di daerah utara. Jadi,  kebudayaan orang Catalan juga agak berbeda dengan daerah lain di Spanyol. Di Barcelona, tidak ada bullfighter (adu banteng) seperti di daerah Madrid. Mereka pun memiliki bahasa sendiri yaitu Castellano, dan klub sepakbola sendiri. 
Wah kalau ngomongin sepakbola, pastinya kita tau bagaimana FC Barcelona selau musuhan dengan FC Real Madrid. Seru!
Berdasarkan info google yang dikumpulkan sebelumnya, kota Barcelona identic dengan Antoni Gaudi. Sapa sih dia?  Semua rujukan membahas tentang dia, dan semua turis menulis kesan tentang bangunannya, semua foto2 di internet menampilkan keindahannya. Wah……..
Dia adalah seniman terkenal Barcelona. Karya2 bangunannya super unik, ga sama dengan seniman lain. Aneh tapi keren, colorfull, dan sulit ditiru! Karya2nya menghiasi seluruh kota Barcelona, dan 4 hari kunjungan ke sana, belum cukup untuk melihat semuanya. Disini ada beberapa foto tentang hasil karya Antoni Gaudi, tapi percayalah, aslinya jauuuuuh…. lebih bagusssss…….

Sagrada Familia
Kalau di Barcelona, masuk kesini is a must! Tidak mudah menuliskan bagaimana bagusnya Sagrada Familia ini.
 
Sagrada Familia

Gereja di tengah kota yang sampai sekarang belum selesai ini, bentuknya berbeda dari kebanyakan gereja di Eropa. Orang Catalan menyebutnya Temple. Tekstur luar seperti dari tanah liat, dikerjakan detil oleh tangan ahlinya. Patung Sagrada Familia (Keluarga Kudus) terpampang indah di pintu masuk.
 

Pintu Sagrada Familia
Dekor di dalam gereja, bertema hutan natur, pohon2 besar disimbolkan oleh pilar2nya. Kaca bulat seperti perhiasan dari Murano, terpampang di langit2nya, berkilau indah bermandi cahaya matahari.

Tidak heran Sagrada Familia menjadi tempat tujuan nomor 1 di semua website turis Barcelona. Lihat gambar bisa bercerita banyak. Tapi melihat langsung dengan mata sendiri tak kan terlupakan! Keren!
Sang arsitek Antoni Gaudi sendiri sudah meninggal thn 1926 tertabrak tram. Tragis ya…..  tapi sang legenda Arsitek ini meninggalkan rancangan luar biasa yang kemudian diteruskan oleh arsitek terkenal berikutnya.  Menurut rencana, pembangunan Sagrada Familia ini masih akan berlanjut, dan paling cepat selesai thn 2026.


Bentuk langit2 di dalam Sagrada Familia
 
Untuk masuk kesini, mesti antri panjaaang….. Antrinya sampai ke samping gereja, jadi mesti extra sabar......
Waktu tengah2 ngantri,  tiba2 beberapa meter didepan kami ada seorang wanita berteriak2 menangis.
Ternyata dia kecopetan! OMG! Kasihan sekali! Pastinya yang hilang barang berharga uang bahkan paspor, karena dia begitu histeris meraung2.
Polisi pun datang tapi cuma mencatat2 saja, tanpa bisa menemukan dompetnya lagi. Kontan kami langsung periksa dompet masing2, dan deg2an lihat sekeliling, aduh… rawan banget yah di daerah ramai turis sini ??
Tiket masuk tertulis disitu donation, mungkin dirasa aneh kalau disebut tiket karena ini kan gereja? Mosok masuk tempat ibadah mbayar? Tapi mungkin mereka perlu uang untuk operasional dan renovasi, jadi pengunjung diwajibkan berdonasi.
Donasi Sagrada Familia menurut kami agak mahal (sekitar 15 euro/ orang) dan anehnya, walau tertulis di Barcelona Card bisa dapat diskon, ternyata di kasir bilang “No Discount!” ggrrrrh……

Parc Guell
 
Parc Guell


Kenny & Cicak Gaudi


Taman terbuka di atas bukit kota Barcelona ini agak sulit dijangkau public transport. Dari Metro, kita mesti berjalan kira-kira 1 km dan menanjak. Naik bis juga tetep mesti jalan.

Tapi tidak rugi mengunjungi taman ini. Selain tamannya luas dan indah, juga ada patung cicak Gaudi  yang terkenal. Mau foto sama cicak tidak mungkin foto sendirian, saking penuhnya mesti juga berfoto rame2 dengan pengunjung lainnya.  
Masuk ke taman ini gratis. Disampingnya ada museum kecil Gaudi House, tapi sayang waktu itu sudah mau tutup. Padahal sudah beli kombi tiket sewaktu di Sagrada Familia, jadi terbuang percuma deh.

View from Parc Guell to the city

Yang unik ada terowongan miring, dan kursi melingkar-lingkar full oleh mosaik berwarna warni.
Lihat mosaik ini, jadi ingat di Pulau Santosa di Singapore ada juga kolam air full mosaik persis kayak gini. Mana yang dibuat duluan ya ? hehehhehe......

Camp Nou Barcelona
Nama Camp Nou, buat penggemar sepakbola, adalah tempat wajib yang pasti dikunjungi.  Stadion bola terbesar di Eropa, dengan kapasitas 96 ribu penonton ini benar2 mewah dan lengkap. Dari metro, (Line 5: Collblanc i Badal, atau Line 3: Maria Cristina, Palau Reial and Zona Universitària) kami cari2 petunjuk ke arah stadion. Sayang jaraknya masih jauh, dan petunjuk kurang lengkap, jadi mesti tanya2 orang yang ketemu di jalan. Setelah belok berkali2, akhirnya kelihatan juga tuh stadion. Tapi pintu masuknya mana ??? wah.... ternyata mesti mutar lagi.....
Maklum deh, jalan pakai public transport pertama kali hanya berbekal peta Metro, ya mesti siap nyasar2 dikit. Next time sih gak nyasar lah, pasti udah lebih pinter deh, soalnya udah nemu jalan potongnya.
Sampe di stadion, kami antri beli ticket untuk masuk ke Camp Nou. Namanya Camp Nou Experience. (Dewasa 22 Euro, anak 6 sd 13 thn 16,5 Euro lihat di http://www.fcbarcelona.com/camp-nou/camp-nou-experience/detail/card/prices-for-camp-nou-experience) Pengunjung boleh masuk kesini kalau sedang tidak ada pertandingan.  
Ticket ini berlaku untuk masuk ke museum, masuk ke stadion dan multimedia area. Kalau cuma masuk ke toko sih gratis. Toko ini juga besar dan lengkap, terletak di pintu masuknya.

Waktu masuk ke stadion, tidak ada guided tour, tapi petunjuk jalan sangat lengkap.  Kira2 dari masuk sampai keluar tour, butuh waktu 3 jam-an deh kalau mau santai foto2.
Kenny & Messi

Di dalam juga ada studio foto. Mbak2 yang cantik menawarkan pengunjung untuk berfoto dengan pemain2  FC Barcelona. Lalu mereka utak atik, trus jadi deh! Bisa ditebus kalo dirasa cakep, tapi kalo kurang sreg ga usah ditebus juga ga apa2.


Plaza Catalunya & La Rambla
Pelataran pusat kota Barcelona ini, untuk orang Indonesia seumur saya, pasti ingat lagu Fariz RM di jaman thn 80-an yg judulnya Barcelona.
Gemerlap pesta kota, seolah getar flamenco mengalun jiwa
Ku duduk terhanyut nuansa di sudut semarak Plaza Catalunya
Kala sepasang mata menatapku manja
Mengajak berdansa, sapanya „Quiere usted bailar conmingo?“
„Quiere darme su direccion, senorita?“ kuingin kau ajak serta malam ini
„Como se pronuncia ‚oh juwita‘?“ ingin ku nyatakan cinta sepenuh kata….
Waaaaah….. lagu nostalgia banget ……..   Lagu yang romantis......


Plaza Catalunya
 
Sebenarnya Plaza Catalunya mirip dengan Plaza2 lain, hanya pelataran luas dimana kita dapat memberi makan burung2 merpati , duduk memandang air mancur, di tengah kota Barcelona yang hiruk pikuk dan disekitarnya berjejer toko2 terkenal, halte bis2, toko2 souvenir serta Hard Rock Café.

banyak burungnya ya......

Tapi kami senang duduk disini, suasananya memang menyenangkan, dan rasanya ada sesuatu membuat orang ingin kembali dan kembali lagi. Kami kesini sampai 2 kali sekedar jalan2 dan duduk sambil mendengarkan  pengamen memainkan lagu Spanyol yang dinamis.

Salah satu patung di air mancur Plaza Catalunya

Plaza Catalunya ini merupakan awal jalan La Rambla yang juga terkenal.
La Rambla ini pedestrian yang berujung di pantai Barcelona. Di ujung jalan La Rambla bagian pantai,  menjulang tinggi tugu Christophorus Columbus, sang pelaut Spanyol yang menemukan benua Amerika.

Sepanjang jalan ini penuh dengan seniman2 unik yang menarik turis untuk berfoto bersama.  Di kiri kanan berjejer toko souvenir milik orang India, restoran, dan teater. Di toko souvenir ini, tadinya dipikir fix price, tapi berhubung yang jual dari India, iseng2 saya coba tawar saja harga kaos anak. Eh... untung deh boleh hehehehhe... lumayan.....
Jalan ini selalu ramai dari pagi sampai malam, selain penuh turis, juga banyak pengasong menjajakan dagangan priwitan anak2. Tentunya di tempat keramaian seperti ini, mesti extra hati2 dengan barang berharga Anda. Copet berkeliaran......

La Bouqueria

Di tengah jalan La Rambla ini, ada pasar St Josep La Boqueria.
Pasar ini menjual buah2an segar dan buah2an kering, sayur2an dan daging yang dipajang menarik berwarna warni.
Banyak turis datang untuk berfoto dan membeli juice buah yang segar.


Montjuic
Kita bisa melihat indahnya kota dan pelabuhan Barcelona dengan naik cable car di bukit Montjuic yang berada di southwest kota Barcelona. Di situ ada kastil untuk tahanan di jaman perang dulu, yang skr menjadi museum.  Tidak jauh dari Monjuic, ada air mancur Font Magica Fountain, yang menyala cantik di kala summer. 
http://en.wikipedia.org/wiki/Montju%C3%AFc


Montjùic cable car
 

Other recomended websites :


Torre Agbar
 
Supermarket & shopping centre : Glories, depan gedung Torre Agbar. Turun di Metro Glories. Di daerah situ ada beberapa fast food, Carrefour, Disney store, H&M dll


Daging khas Spanyol : Jamòn Ibèrico.
Foto di supermarket Carrefour
 Juga disitu ada china restaurant all you can eat. Very recommended, soalnya ga mahal, makanannya lengkap (sea food), termasuk es krim, dan minumnya bisa beli aqua besar buat sekeluarga.  Buka jam 13-16 sambung jam 19 sd malam.  Sayang, ga ada websitenya…..

Oiyaaa.... yang perlu diingat : orang di Spanyol makan siang dan makan malam nya telat banget. Mereka makan siang paling cepat jam 13, dan makan malam paling cepat jam 19. Kalau kita mah jam segitu perut udah keruyukan.... Jadi kalau makan pagi, bikin yang kenyang dulu deh, soalnya restoran baru buka siang banget.....

Hotel : Novotel Barcelona City Avenida Diagonal 201 BCN. Persis di depan shopping centre Glories. Cocok buat keluarga, karena sekamar boleh bawa 2 anak. Booking jauh hari bisa dapat harga yang sama dng youth hostel. Sudah termasuk makan pagi buat sekeluarga. http://www.accorhotels.com/gb/hotel-5560-novotel-barcelona-city/index.shtml



Visited : end of Dec 2010
This article was written as requested by Ms. Mawaddah :) :) :) Thanks....

Saturday, 7 April 2012

Stuttgart - Germany

Dari Singen ke Stuttgart ada kereta RE yang jalan tiap 2 jam sekali, langsung sampai ke Stuttgart Hauptbahnhof dalam waktu tempuh 2 jam 30 menit. Tiketnya ya beli tiket Baden Württemberg ticket aja yang biasa, bisa berlaku seharian. Seneng juga jalan2 ke Stuttgart, maklum nih, orang desa pingin lihat ibukota propinsi getoo loh.......

Hauptbahnhof Stuttgart
Hauptbahnhof (main station) Stuttgart ini memang besar, tampilan sih yah biasa aja sih , mirip deh dengan  Hauptbahnhof di kota2 besar lain.
Tapi yang bikin terkenal,  Bahnhof ini mau direnovasi besar2an dengan nama project STUTTGART 21 dan banyak orang jadi pro dan kontra.
Banyak yang pro karena Bahnhof baru pasti jauuuuuh... lebih keren, dan canggih banget!  Lebih banyak bisa melayani rute2 ke berbagai kota dengan lebih cepat.
Tapi yang kontra bilang biayanya terlalu besar, terlalu banyak mark up, dan lebih baik uangnya untuk pembangunaan yang lain.
Saking debat2 terus, akhirnya awal tahun 2012 kemarin, di Baden Württemberg sini diadakan voting, mau diterusin apa berhenti neeeeeh???? 
Itung punya itung, yang menang yang pro alias proyek jalan terus. Tapi yang kontra juga ga mau nyerah, teteeeeeep... nentang dan bilang voting kemarin banyak curang. Jadi pas pembangunan sedang berjalan, mereka teteeeeeeep demo sampai duduk tiduran pasang badan dibawah mesin keruk.
Terpaksalah mesti diusir2 sama polisi dan digotong paksa supaya gak ngalangin pembangunan. Polisi  tiap saat kerjanya jadi ngurusin yang demo terus nih....... 
Aduh, pusing juga yah......  Yah kita lihat aja nanti deh, jadinya gimana... yang penting pokoknya sih moga2 harga tiket ga naik dan keretanya cepet sampe, tul gak ? hehehehe..........

Königstr. & Schloss Platz


Schloss Platz
 
Jalan Raja alias Königstr ini adalah jalan pedestrian. Dimulai dari Hauptbahnhof, teruuuuuussssss sampe ke ujung isinya toko2 semua.

Königstr.

Di tengah jalannya ada taman yang namanya Schlossplatz dan pastinya ada Schloss (istana) nya dong........
Udah beberapa kali kesini, tapi ga pernah masuk ke Schloss sih, cuma duduk2 di tamannya aja.
Taman ini rame, banyak orang duduk 2 buat ngobrol, buka bekal, lihat air mancur dan ngecengin orang2 yang lewat. 
Kalo yang mau ngopi, ya banyak juga cafe di sekitar situ.
Mau makan juga banyak pilihan.
Di dekat Karstadt, ada resto Cina Rice Man yang bisa all you can eat (6,9 euro) atau sepiring 4,9 euro.
Ada juga resto2 asia lain (Thai, Japanese, Mongolien) disekitarnya, tapi belum pernah coba sih, soalnya Rice Man itu yang paling depan dan paling penuh, jadi selalu kita makannya disitu, walau yang jaga kurang ramah, tapi egal lah hehehehe..... 
Atau kalau mau fast food, didepannya ada Mc D dan Nordsee.  Atau mau duduk di resto dengan tenang dan pemandangan nyaman, bisa ke Karstadt lantai paling atas. harganya juga tidak terlalu mahal, standart harga resto Karstadt.
Atau kalau sekedar mau cari Brot(roti) supaya bisa dimakan sambil jalan, yah pasti banyak lah.....  Mau beli minum, juga tinggal masuk ke toko Müller, dm atau Karstadt di basement, disitu jual minuman dingin harganya seperti supermarket.
Mau shopping baju ? lengkap deh, ada zara, H&M, C&A, esprit, Galeria, C&A, Karstadt Sport, Karstadt biasa, dll dsb semua ada.
Jadi kalau ke Stuttgart mau shopping dan makan, cukup ke Königstr aja,  satu hari dijamin kurang ....




Stiftskirche www.stiftskirche.de
Gereja ini ada di sebelah kiri jalan Königstr, masuk sedikit. Dari luar bangunannya bagus banget, ada 2 Turm yang ga sama, jadi kami masuk untuk lihat2.
Gereja Evangelische ini dibangun abad 16 dan berdasarkan sejarah awal berdirinya konon disini sudah jadi tempat orang berkumpul untuk berdoa lebih dari 1000 thn yll.
Pastinya saat itu sih, kiri kanan masih kebon kosong kali yak ? hehehehe.....


Biar kata belum pernah punya mobil Mercy, tapi yang namanya ke Museum ini kalo ke Stuttgart itu wajib hukumnya!
Kalo ke Stuttgart tapi ga mampir kesini sih wah, sayang deh....., secara ikon kota Stuttgart itu ya Mercedes-Benz !  
Bangunan museumnya unik, keren, ga rugi bayar masuk kesini.  Pas masuk ya mesti beli tiket dulu lah yauw.... dewasa 8 Euro, anak 4 euro.  Kalau punya Baden Württemberg ticket, dapat diskon 2 euro. Trus setelah pegang tiket, siap deh menjelajah dunia otomotif Mercy.
Di pintu masuk setelah sobek tiket, ditawarin audionya mau pakai bahasa apa? Pastinya bahasa Indonesia sih ga ada..... heheheheh... ya udah terpaksa deh pilih Inggris atau Jerman aja.
Awal masuk kita disuruh naik lift sampe ke lantai paling atas.
Wussh.... tinggi banget, tau2 dah sampe.
Diawali dari pameran alat2 transportasi jaman jebot :  pakai gerobak, pakai kuda, pakai delman.  Dari audio kita diceritain detil gimana awalnya Mr Daimler, Mr Benz bikin mobil. Ternyata nama Mercedez itu diambil dari nama Mercedez Jellinek, anak pengusaha Austria yang  menjual mobil Daimler-Benz.
Setelah lewat bagian sejarah,  baru deh putar2 sesuai arah turun dikit2 ke lantai bawah, sesuai dengan perkembangan kendaraan dari masa dulu sampai masa depan.  Dari jaman perang,  mobil2 balap, mobil2 mahal jaman sekarang, dan mobil2 orang terkenal semua dipajang dan bisa difoto. Disediakan mini cinema yang mutar film2 soal mobil2 (bisa numpang duduk kalo cape jalan) dan touch screen display monitor yang bisa dimainin anak2 biar ga bosen.  
Di akhir perjalanan, jangan lupa wooooooiii... itu audio musti dibalikin. Satpam diujung pintu udah bilang : Ayo balikin! Jangan dibawa pulang!
Trus di dekat pintu keluar, ada toko souvenir yang jual barang2 unik. Tapi yah harganya juga lumayan, di sesuai kan kali yah sama harga mobil Mercy.....
Oh ya... yang pasti, disitu juga ada showroom  mobil mercy keluaran terbaru sampai yang second. Pastinya kinclong2 semua......tinggal pilih aja mana yang mau.....

Porsche Museum www.porsche.com
Selain Mercy, kota Stuttgart juga punya kebanggaan mobil yang ga kalah keren : Porsche.  

Halte S-Bahn Linie 6 : Neuwirtshaus/Porscheplatz


Museum Porsche Stuttgart
 
Mobil2an buat anak



Museum ini bangunannya kaca2 unik, tepat di sebelah halte Neuwirtshaus/Porscheplatz (S-Bahn Linie 6).
Bukanya tiap hari selasa sd Minggu jam 9.00 sd 18.00. tiket dewasa 8 euro, anak 4 euro.
Tepat diseberangnya, ada showroom yang menjual mobil baru dan second bergaransi serta toko Porsche yang menjual souvenir2 khusus design dari Porsche.



Tahukah Anda?
·         VW Beetle yang pertama itu di design thn 1930-an oleh si empunya Porsche : Ferdinand Porsche.
·         Keluarga Porsche turun temurun mengelola perusahaan yang dinamakan sesuai pendiri pertamanya : „Dr. Ing h.c. F Porsche GmbH“
·         Porsche juga punya saham di VW, mobnasnya Jerman.


Ckckckc... hebat kan ?  
Mercy dari Stuttgart, Porsche juga dari Stuttgart.  Kok bisa yah orang2 Stuttgart ini jaman dahulu kala punya bakat bikin mobil kelas dunia ?

Wilhelma Zoo http://www.wilhelma.de/nc/en/home.html

Kebun binatang di Stuttgart ini cocok untuk rekreasi keluarga. Kalau mau kesini, naik U-bahn turun di halte Wilhelma, langsung deh keliatan pintu masuknya. Tiket dewasa 12 Euro, anak 6 Euro.


Pertama masuk ada bangunan rumah tropis berisi tanaman kaktus, dan bunga2 banyak pokoknya full, ada magnolia, azale, kamile, dll (maap, ga tau lagi nama2 yang lainnya...) trus disana ketemu ada merak lagi asik jalan2 sendiri dilepas bebas...
Ada taman air dan Moorish Villa, yang konon katanya tempatnya raja Wilhelm I jaman dulu. Skr tempat ini diisi tanaman2 tropis (pisang2, bromelia) termasuk bunga bangkai Sumatra "La Diva" yang thn 2005 pernah mekar disini. (hehehe... kenapa dinamain La Diva sih ? Bukan Siti Nurbaya?)


Moorish Villa
 Binatang2 nya sih banyak lah, namanya juga kebun binatang.
dari Indonesia, so pasti ada lah...... Ada orang utan dari Borneo, lengkap dengan poster bergambar keadaan orang utan yang menyedihkan.  Ada babi rusa dari Sulawesi (ini menurutku sih babi hutan biasa kali ya, yang sering dianggap hama ?) juga ada macan Sumatra yang dikasih nama SATU dan DUA. Sayang kandangnya jauh banget dari jangkauan dan saat dikunjungi, mereka sedang tidur, (jadi ga bisa diajak ngobrol deh.....padahal udah seneng banget ketemu sesama Indonesia hehehhehe.... )


Yang unik, ada pinguin di dekat pintu keluar. Pagar pinguinnya rendah dan itu pinguin bisa jalan2 dekat pengunjung. Dikirain pinguin cuma ada di kutub, ternyata mereka bisa juga yah hidup di udara biasa?


Di area Wilhelma ini juga ada Spielplatz (tempat main anak) dan buat yang ga bawa bekal, pastinya ada restoran yang juga fast food dan minuman.


Waktu bulan April 2012 kesini sih,  beberapa kandang di Zoo ini lagi banyak direnovasi. Jadinya kadang ada jalan2 yang ditutup dan kita mesti jalan mutar balik.

Public Transportation
Ada macam2 jenis public transport ticket  di dalam kota Stuttgart: ngecer (Einzelticket), 4 kali ngecer (4-er ticket), atau tiket harian single(Einzeltagesticket) dan tiket grup harian (Gruppen tagesticket). Harga aktualnya bisa dilihat di http://www.vvs.de/tickets/einzelnefahrtentagestickets/
Tapi khusus kalau turis yang nginap di Stuttgart, ada tiket 3 hari yang lebih murah daripada beli tiket harian. Harganya 10,6 Euro berlaku dalam kota untuk satu dewasa dan 2 anak, atau 14,5 Euro untuk area yang lebih luas (dalam dan pinggiran kota). http://www.vvs.de/tickets/sondertickets/3-tageticket-2012/  Beli tiket ini dengan menunjukkan bukti bookingan hotel dan tiket ini hanya dijual di i-Punkt Königstr. 1 atau Tourist Information Stuttgart Airport.
Ada juga tiket lain yang namanya Stuttcard. Ini kombinasi dari tiket 3 hari plus diskon ke berbagai museum. http://extra.stuttgart-tourist.de/pdf/SC12_D_Flyer.pdf Buat yang emang niat pingin keluar masuk museum, pastinya beli tiket ini lumayan untung.  Tapi kalau hanya mau datang ke satu museum dan sisanya jalan2 lihat kota , lebih baik beli tiket 3 hari aja udah cukup.
Di Kantor Tourist Information ini kita bisa dapat peta public transport kota, dan info2 lain lengkap yang barangkali penting selama kunjungan kita di Stuttgart.

Zahnradbahn dengan tempat sepeda di depannya

Kalau ada waktu, cobain deh naik Zahnradbahn. Zahnradbahn adalah  tram yang menanjak, awalnya dari Halte Marienplatz sampai ke halte Degerloch. Jarak tempuh dari ujung ke ujung hanya 2,2 km, tapi nanjak setinggi 205 meter. Di depannya ada tempat khusus (Vorstellwagen) berupa tiang2 besi lengkap dengan ikatan untuk sepeda,. Berlaku tiket normal, dan sepeda diangkut gratis.  
Boleh dicoba karena tramnya unik. Naik ketika siang ataupun malam, sama bagusnya. Turun di halte Haigst atau Halte Wielandhöhe untuk memandang pemandangan kota Stuttgart dari atas.
Peta Stuttgart public transport  http://www.vvs.de/download/Verbund_Schienennetz.pdf

Halte U-Bahn Kursaal

Tempat Nginap
1. Youth Hostel (Jugendherberge Stuttgart International) http://stuttgart.jugendherberge-bw.de/
Cocok buat rombongan yang cari penginapan di Stuttgart. Lokasinya di U-bahn Eugenplatz, jalan terus 200 meter ada di kiri. Bangunannya belok2 dan bertingkat.  Tiap kamarnya isi 4 bed (bed tingkat). Pas datang, mesti pasang sprei dan sarung bantal sendiri, dan pas mau check out, kita mesti bukain lagi deh sprei2nya, trus masukin ke box pengumpul. O iyaaaaa....  jangan lupa bawa handuk, karena ga disediain handuk, apalagi sabun.
Tiap kamar ada WC dan shower. Kamarnya agak sempit, tapi fasilitasnya lengkap, ada mesin snack & minuman, locker, mesin cuci dan komputer sewa.
Harga : 24,5 Euro /orang/malam
Anak dibawah 6 thn gratis (dapat bed dan sarapan juga).
Lokasinya di U-bahn Kursaal, di depan pemandian air hangat Bad Cannstat. Nginap disini karena ada family room, dan harga sudah termasuk WIFI dan sarapan. Family roomnya lumayan lega, isi satu double bed dan 2 single bed. Ada kulkas (kosong) dan microwafe, cocok buat yang bawa makanan untuk anak2. Di lobby, ada air minum, kopi & teh gratis 24 jam, dan bisa pinjam mainan Wii untuk anak2.
Coba aja book via http://www.accorhotels.com/ kali2 lagi ada harga promo.....

Thursday, 8 March 2012

Madrid - Spain


Mau kemana ya libur Natal tahun ini ? Itu yang jadi pertanyaanku sejak 4  bulan sebelumnya.
Yah soalnya kan kalau mau dapat tiket murah, ya mesti jauh hari sebelumnya cari2 banding2 dan pikir2nya. Pertimbangannya sih ya gimana caranya menjauh dari acara kedinginan Winter, dan datang ke tempat baru yang belum pernah dikunjungi, tapi juga tentu temanya tetep jalan2 paket hemat.
Setelah searching berhari2, akhirnya nemu tiket yang cocok : naik easy jet  ke Madrid! www.easyjet.com
Wah, seru nih kayaknya, kayak apa sih ibukota Spanyol itu ? Kebetulan kakak kami datang berlibur dari Indonesia, jadi sekalian deh kami rame2 jalan ke sana.
Untuk dapat info lengkap tentang Madrid, dengan semangat saya datangi toko buku Buch Greuter  yang dekat rumah, tapi sayang,  mereka hanya memajang buku2 travel berbahasa Jerman. 

Sayang ya, ga ada toko buku Gramedia disini yang pake Bahasa indonesia hehehehe.... lha wong buku bahasa Inggris aja disini jarang banget! Iseng2 saya bertanya  dimana bisa beli buku travel dalam bahasa Inggris ? Untungnya mereka bilang bisa pesan. Si Ibu penjaga toko mengklik2 komputernya dan menerangkan beberapa buku. Saya pilih aja yang paling murah, soalnya toh saya ga perlu detil2 banget, cukup keterangan tempat2 yang menarik untuk selama jalan 3 hari aja.  Akhirnya saya pilih : Madrid Encounter Lonely Planet. Author : Ham, Anthony. ISBN 978-1-74179-162-4 Harganya 10,9 Euro termasuk peta. Besoknya langsung  ditebus tanpa tambahan biaya.

Hari 1 :
Berangkat dari rumah ke stasiun, naik kereta menuju Basel SBB.  Di Singen Bahnhof, kami beli Baden Württemberg Ticket yang berlaku sampai Basel SBB. Karena kami berenam (4 dewasa + 2 anak)harganya 33 Euro (harga Des 2011). www.bahn.de
Sampai di stasiun Basel SBB, kami beli lauk dulu di Migros, trus langsung cari bus no 50 menuju Basel airport. Tadinya dikira bisa beli tiket bis di supir bis, ternyata mesti beli di Automat Machine yang ada persis di sebelah bis.  Duileh... mesti antri dulu deh...... mesinnya cuma satu.  didepanku ada mas dan mbak yang klik2 mesin masih cari2 informasi. „Buruan Mas, itu bisnya udah mau jalan nih.....“  Ups... untung last second keburu juga loncat masuk ke bis. Benernya sih bis gandeng ini ada tiap 10 menit, jadi ga perlu menunggu lama, sudah datang bus berikutnya. Tapi gawatnya anak2 & rombongan beserta koper udah rapi nangkring di dalam bus. Ga asik kan kalo yang beli tiket ketinggalan.....
Harga tiket bis 4 SFR per orang dewasa, 3 SFR per anak.
Perjalanan ke airport hanya sekitar 15 menit. Karena kepagian dan counter check in belum buka, jadinya kami makan dulu deh, buka bekal nasi dari rumah, tinggal tumpuk pakai abon, telor mateng dan lauk yang tadi beli di Bahnhof.  Hehehehhe... maklum orang Indo, kemana2 kalau sempet ya bawa nasi + sambel biar kenyangnya puollll....... kalo beli makanan di airport, wah, dana ga cukup, maklum Swiss geto loh... semua mahal......
Madrid Tourist Travel Pass Ticket
Perjalanan dari Basel airport ke Madrid Barajas Airport kira2 1 jam 45 menit.  Di dalam pesawat pramugara menawarkan Madrid Tourist Travel Pass Ticket seharga 13 Euro per orang dewasa dan 6,5 Euro per anak  yang berlaku untuk 3 hari public transport (Bus & Metro)di Madrid.
Wah, cocok nih dengan keperluan kami , ga mahal kan kalau dihitung per dewasa cuma 4.25 Euro per hari sepuasnya naik bus atau metro, padahal kalau beli ngecer 1,5 Euro per kali jalan (harga Des 2011). 
Setibanya di Airport, kami mesti tukar struk pembayaran tadi dengan tiket dan peta Madrid ke Customer Service di T2. Dari T1 jalan ke T2 lumayan jauh, untungnya ada horizontal escalator. Ternyata Barajas Airport ini besar sekali.
Untungnya kantor CS terlihat dengan jelas, jadi langsung ketemu. Kebetulan kantornya lagi sepi, ga ada pengunjung lain. Petugas CS yang cantik melayani kami dengan ramah, memberikan peta kota dan Metro Madrid secara cuma2. Dia menanyakan apakah sudah ada kamar? Lalu kami bilang sudah, dan dia membantu kami menelpon hotel untuk mencari info jam berapa bus hotel datang dan dimana haltenya.  Wah, baek banget nih si mbak, jadi keliatan tambah cantik deh  heheheheh.....
Jalan menuju halte yang dikasih tau si mbak tadi, ternyata halte bus hotel ada di tiap terminal dan bus datang tiap 30 menit sekali.  Saat itu sudah malam, nunggu 30 menitan gak terasa karena cuaca Winter di Madrid tidak dingin, kira2 15 derajat C, kalau dirasa sih mirip hawa Puncak deh... sejuk.
Banyak mini bus datang dari berbagai macam hotel, termasuk bus umum untuk keliling antar terminal.  Baca aja tulisan di tiap bus, trus naik deh ke bus sesuai hotel yang dituju.
Kami menginap di Novotel Campo des Naciones.  Perjalanan dari airport ke hotel kira2 cuma 10 menit. Asik juga melihat2 lampu2 malam Barajas Airport di perjalanan pertama di kota Madrid dengan bus jemputan yang gratis. Bienvenido a Madrid!

Hari 2 :
Stadion Santiago Barnèbou Real Madrid
 Setelah makan pagi, dan foto di depan hotel, kami jalan menuju Metro Campo des Naciones yang berjarak sekitar 200 meter dan mulai menggunakan Madrid ticket yang dibeli kemarin.  Stasiun metro yang dekat hotel ini cukup bersih dan bagus, kayaknya sih masih baru. Stasiunnya juga sepi, entah karena musim libur atau emang tiap hari begini ?
Metro Campo des Naciones - Madrid

Tujuan pertama langsung menuju Stadion Santiago Barnèbou Real Madrid.  www.realmadrid.com
Ini tempat yang sudah dinanti2 dan dimimpi2 oleh anakku dan bapaknya sejak lama. Maklum deh, mereka penggemar sepak bola dan rasanya resah dan gelisah kalau ke Madrid belum datang kesini.
Turun langsung di Metro Santiago Barnèbou dan langsung terlihat bangunan stadion yang megah. Belum sampai ke stadion, kamera udah siap di tangan dan sibuk foto2 dulu dari luar, hehehehhe…

Tiket masuk Santiago Barnèbou.
Ada gambar2 pemain sepakbola yang cakep2.
Antri karcis lumayan panjang, tapi untung ga pake lama karena loket buka semua. Ticket dewasa 16 Euro, anak (<14 thn) 11 Euro. Setelah dapat ticket, langsung menuju gate B, naik ke paling atas stadion.
Di stadion ini tidak ada Guided Tour, jadi kita mesti jalan sendiri sesuai arah petunjuk namun bisa sesuka hati berhenti.
First impression kita langsung diperlihatkan pemandangan stadion Santiago Barnébou secara keseluruhan dari paling atas stadion.  
Wah, kereeennn!!!!
Stadion kapasitas 80.000 penonton ini lumayan bagus dan terawat.




Santiago Barnébou - Madrid
Sayang, tempat melihatnya sempit, karena area lain dibatasi pagar, dan karena pengunjung banyak, jadi mesti agak berebut untuk bisa melihat dari sisi pagar. Dari situ turun dan masuk ke diorama sejarah stadion, berisi foto2, trikot2, dan piala2 jaman dulu.  

Setelah jalan terus mengikuti  arah panah, sampai di area tempat duduk tengah yang berwarna biru. Disini kita bisa santai duduk sambil istirahat memandang rumput yang disinari mesin di area yang tidak terkena matahari langsung. Rumput terbuat dari rumput asli yang dirawat apik. Pastinya pengunjung dilarang menginjak rumput, karena banyak penjaga disitu. Tapi kalau cuma mau foto dari jauh sih mangga…. silaken………

Ada satu kantin kecil yang menjual minuman softdrink dan kopi serta snack. Juga jangan khawatir kebelet pingin ke toilet, karena ada di beberapa tempat.
Dari situ, pengunjung jalan menuju ruangan diorama lagi.  Disini disediakan foto bersama artis eh… atlet kesayangan. Tinggal pilih saja mau foto sama siapa: CR7, Kaka, Özil, Khadiera atau si Boss Mourinho semua ada.  Mbak2 mengarahkan gaya dan klik ! Fotonya gratis tapi hasil cetakannya kalau dirasa cakep, bisa ditebus nanti di toko di bagian akhir stadion.



Setelah foto, kita jalan menuju bangku VIP. Bangkunya terbuat dari kulit berwarna krem dan merupakan posisi paling nyaman di stadion. Khusus untuk undangan dan para pembesar, disediakan layar TV dan heater saat menonton pertandingan di musim dingin. (Tapi cuma di bangku VIP ini doang, kalau di bagian lain sih ya kursi biasa dong…..) Lantainya pun dari parket dan berada tepat diatas deretan bangku pelatih dan pemain.
Kita lalu dipersilakan melihat ruangan pemain, dimana terdapat locker, WC, shower dan tempat massage. Diujung akhir tour, terdapat toko souvenir yang menjual trikot Real Madrid, sepatu, bola dan barang2 lain yang bermerk adidas.  Karena tidak ada yang sedang diskon, kami hanya lihat2 saja dan membeli gantungan kunci. Toko penuh sekali dan tidak diperbolehkan foto (tapi kalau ga ketauan sih ga apa…. soalnya saya juga disini diam2 numpang moto ga pake blitz, hehehe…) Secara keseluruhan tokonya sih besar dan bagus, tapi kesannya seperti toko adidas biasa, bukan toko khusus real Madrid.
Ditoko souvenir ini kami bertemu satu bis rombongan tour dari Indonesia yang ramai  dan sibuk buru2 belanja.
Plaza de Sol
Beres mengunjungi stadion sepak bola, naik metro kami menuju Plaza de Sol, yang katanya merupakan pusat kota Madrid.  Ramai sekali daerah ini, apalagi kami datang pas jam makan siang orang Spanyol.  Orang Spanyol makan siang mulai jam 14, jadi kami bingung mau pilih restoran kok penuh semua, malah banyak yang antri sampai keluar pintu. Niatan sih hari ini mau coba makanan Spanyol kayak apa sih ?


Setelah putar2 akhirnya kami pilih restoran lokal yang masih punya satu meja kosong. Nama restorannya la Fragua de Vulcano c/Alvarez gato 9 esq Nunez de arce (metro Sol)
www.fraguadevulcano.com (Metro Sol)




Luarnya tegel bergambar Flamenco dan dalamnya pun penuh dekor gambar2 unik serta meja kayu berciri Madrid. Untung ada pelayan yang bisa berbahasa Inggris. Kami pilih paella dan tapas serta jamon iberico (salaminya Spanyol). Rasanya sih enak, apalagi kalau lapar, hehehe….. tapi sayang, anak2 agak sulit makan paella sebab diantara nasinya berserakan tulang2 ayam kecil dan remah2 udang.

Paella
 
Sangria

lapak jualan wig tahun baru
  Setelah kenyang, kami jalan menuju Plaza Mayor.  Ini adalah lapangan besar, dan ditengahnya ada patung orang naik kuda.  Saat itu di lapangan banyak kios berjualan keperluan tahun baru (wig, topi lucu, terompet, hiasan2 dll.  Disini banyak juga pedagang asongan (kebanyakan orang Asia) banyak hilir mudik menjual gelembung sabun mainan anak. Tiba2 ada 2 orang polisi patroli datang, dan penjual asongan itu semua lenyap. Wah, aneh juga…..

Plaza Mayor

Di Plaza Mayor ini ada kantor Tourist Information.  www.esmadrid.com  Disitu kita bisa dapat brosur2 dan bertanya tempat2 menarik yang mungkin ingin kita kunjungi.
Karena hari sudah mulai gelap, kita berjalan lagi ke arah Plaza de Sol. Tempat ini sudah makin ramai, jalan pun sesak.  Mirip Jakarta Fair deh sesaknya…  Pokoknya hati2 copet, dompet mesti ditaruh di tempat se-aman2nya dan anak mesti dipegang jangan sampai ketabrak orang apalagi lepas.
Plaza de Sol ini tempatnya toko2, restoran2 dan pusat keramaian orang. Di pinggir2 jalan seniman jalanan dengan kostum aneh2 menunggu uang receh dari orang yang lewat.

Hari 2 :

Palacio Real (Royal Palace)
Setelah makan pagi, kita menuju Royal Palace, melewati Plaza de Oriente (keluar di Metro Opera). Antrian masuk ke Royal Palace, istana resmi tempat Raja Spanyol ini sangat panjang dan lambat maju, maka diputuskan kita tidak masuk, cuma foto dari luar saja cukup deh untuk hemat waktu. (Dan hemat biaya hahahahha… soalnya tiketnya per orang dewasa 10 Euro, anak 3,5 Euro). Istana ini cukup besar, jadi mesti punya waktu cukup jika ingin masuk ke dalam. www.patrimonioacional.es 
Palacio Real
Dari situ kita jalan ke Catedral de Nuestra Senora de la Almudena.  Sebuah gereja yang cantik dan besar, di dalamnya banyak  patung2 biarawan/wati dari Spanyol. Di luarnya ada patung Paus Johannes Paulus II dan toko souvenir kecil.

Catedral Almudena
Hari sudah siang  dan kami pun membuka peta. Iseng naik bis satu halte, mencari gereja San Fransisco yang menurut buku bagus. Sampai disitu, clingak clinguk cari pintu masuknya kok ga ketemu ?

Kebetulan ada seorang nenek lewat, dengan tidak PD, saya bertanya pakai bahasa tarzan. sebaliknya, si nenek dengan PD menjelaskan  pakai bahasa Spanyol bahwa gereja saat itu tutup dan hanya buka di jam2 tertentu saja.
Tentu saja itu hasil tebakanku, soalnya dia nunjuk kearah pengumuman yang tertempel di pintu gereja dan saya mengira2 dia lagi ngomong apa nih, sambil memperhatikan gerakan tangannya.

Hahahahaha… ternyata kalo kepepet tenaaaaang.... ga perlu panik! Yang penting sih tau “Gracias” udah cukup……

Mercado San Miguel
Hari udah siang, perut keroncongan minta isi. Jadi kami buka peta, menyebrang, naik bus menuju pasar Marcado de San Miguel. www.mercadodesanmiguel.es  

Tadinya mau cari makan di dalam pasar, tapi ternyata pasarnya penuh dan tidak ada tempat duduk. Jadi disitu kami cuma foto2 dan membeli cemilan saja.  



Akhirnya kita putuskan jalan kaki cari tempat makan di Plaza de Sol. Kebetulan ada orang membagikan flyer restoran all u can eat. Karena udah siang dan semua sudah tidak semangat cari restoran lain, ya kita makan deh disitu. Harganya seorang 9,9 Euro (anak juga bayar sama mulai 10 thn. Dibawah 10 thn bayar 5 Euro) sudah termasuk minum softdrink segelas. Yah lumayanlah pilihannya banyak, walau rasanya standart. Ada spaghetti, lasagna, ayam goreng, spare ribs, salat, caramel dessert, buah kaleng. Restorannya 2 lantai tapi sempit, dan penuh banget , mungkin karena pas jam makan siang ( saat itu sekitar jam 14 an).
El Corte Ingles
Kenyang dari situ, acara sore sampai malam dihabiskan dengan cuci mata di  el Corte Ingles yang ada di Plaza de Sol.  www.elcorteingles.es Toserba besar ini barang2nya lengkap namun agak mahal karena sekelas SOGO/Metro kalau di Jakarta. Mau restoran, elektronik, buku, mainan anak, dan baju sepatu semua ada.  Sore itu waktu dihabiskan dengan pegang2 tag harga baju . Tapi ga niat membeli, cuma lihat2 aja udah seneng kok….. J

Lagi asik2 lihat barang2, tiba2 Heidi bilang "Ma, pingin pipis!"
Waduh, langsung deh tanya pramuniaga, ditunjukkin WC ada di lantai paling atas di dalam restoran. Buru2 deh ke eskalator saya naik bawa anak. WCnya mana jauh lagi, cuma ada 2. Eh pake ngantri panjaaaaaaang dan lamaaaaa. Setelah ngantri 5 menit dan perjalanan masih 5 menit-an lagi sebelum gilirannya, tau2 wer-ewer-ewer.... ga tahan anakku ngompol. 
Sebelum diomelin, buru2 aku ngepel lantai pakai tissu tangan. Duh, kasihan kamu nak! Gimana nih? mana ga bawa ganti celana lagi ? Yah terpaksa deh anak kugendong (kayak lagu mbah Surip...) trus langsung ke bagian baju anak, buru2 pilih celana dalam dan celana panjang plus kaos kaki yang paling murah aja deh disitu. Langsung bayar, dan langsung dipakai didepan kasirnya hehehehhe......
Di mall ini lantai paling bawah ada supermarket untuk sekedar beli oleh2 coklat Turon (coklat berkacang khas spanyol)  atau beli roti, buah2an dan air minum untuk bekal di jalan.
Tapi kalau mau beli souvenir, cari aja di toko2 kecil di sekitar Plaza de Sol, disitu harganya lebih bersaing dan murah (walau yah… Made in China hehehehehhe……….)  Kaos anak 5 sd 10 Euro, gantungan kunci/ceplokan kulkas 2-4 Euro, kipas flamenco 3-5 Euro, trikot Real Madrid dan acessoriesnya pasti lebih murah disini, bisa setengah harga, tapi jangan nanya asli apa engga. Yang jual sih pasti bilang asli (tapi entah asli dari mana… Lha wong jelas2 bahannya aja laen gitu… masih mending beli di mangdu aje deh....…)
Hari 3 :
Plaza de Toros Monumental de Las Ventas
Plaza de Toros Las Ventas
Hari ini kami niatan santai. bangun agak siangan, dan sarapan gak terburu2.  Menjelang jam 11 baru berangkat jalan.
Pagi itu kita menuju ke tempat pertandingan adu banteng. Kepingin lihat, kayak apa sih tempatnya. Turun di Metro Las Ventas, langsung terlihat bangunannya. www.las-ventas.com  Beli tiket masuk untuk guided tour dewasa 7 Euro, anak 5 Euro (dibawah 12 thn).  Guided Tour dalam bahasa Inggris hanya disediakan dalam jam2 tertentu.
Setelah menunggu sejam-an sambil foto2 dari luar, akhirnya kita antri masuk, kira2 saat itu ada 30 orang dalam rombongan. Mbak tour guide pertama-tama menerangkan sejarah bangunan, di pintu masuk terpampang nama-nama  torero (bull fighter) terkenal sejak jaman dulu. Di dalam area penonton, terdapat kursi untuk Raja dan para petinggi.  Musim adu banteng di bulan Mei, dan harga tiketnya berbeda tergantung lokasi tempat duduk dan sesuai dengan siapa Torero yang bertarung saat itu.
Kita diajak masuk ke lapangan, diterangkan oleh si mbak, bahwa saat adu banteng, pertama masuk adalah pasukan berkuda, lalu banteng satu persatu dilepas. Semua ada 6 banteng dalam satu pertandingan, dan 3 Torero. Banteng ditusuk pundaknya, lalu banteng yang terluka akan marah dan saat itulah pertunjukan dimulai. Biasanya Torero harus mematikan banteng dalam waktu 20 menit. Tapi sebaliknya, sejak jaman dulu, selalu ada torero yang terluka bahkan mati di lapangan L That’s why we call this as a bloody  fighting.
Saat ini daging banteng yang sudah mati dalam pertarungan, dijual dan dimasak untuk makanan restoran.  
Tour berkisar 45 menit, dan diakhir tour ada toko souvenir kecil. Di pintu keluar, terdapat The Museo Taurino. Museum ini gratis, tapi tidak diperkenankan membawa kamera dan tas. Tas harus  dititipkan di bagian resepsionis.  Resepsionisnya ramah , tapi sudah tua dan ga bisa ngomong Inggris. Yah, ga apa2 deh….. pakai senyum aja udah cukup kok....... 
Museum ini tidak besar, isinya foto2, patung2 Torero terkenal sepanjang jaman di Madrid (keliatan dari catatan rekor2nya) , beserta pakaian kebesaran yang penuh darah dan pedangnya.
Pas kami keluar, museum ini langsung tutup istirahat makan siang. Untung deh masih sempet lihat ke dalam sebentar J
Hard Rock Café Madrid
Keluar di metro Colon, kami mencari Hard Rock Café untuk cuci mata dan makan siang.


Saat itu jalanan diblokir polisi dan sudah banyak orang berkumpul di Plaza Colon mengelilingi sebuah panggung besar. Tanya2 ke orang, ternyata mereka mau misa bersama Kardinal Spanyol.
Wah, religius sekali orang2 Madrid ini, mereka rela menunggu dimulainya misa sambil berdiri, padahal banyak yang  membawa anak2 kecil. Orang2 tua yang sudah sepuh juga khusyuk ikut misa sambil berdiri dari jalanan. Hebat sekali…….

Karena saat itu di penghujung akhir tahun, sudah jam 4 sore-an, matahari tidak lama lagi akan pergi, jadi kami putuskan sebelum besok pulang, balik lagi ke Plaza Mayor dan Plaza de Sol, mencari oleh2 kecil2 untuk keluarga, supaya gampang dibawa. Maklum naik budget air kan hanya bisa bawa koper kecil ke kabin per orang satu, jadi ya ga bisa beli oleh2 macem, cuma yang mini2 aja di muat2in sebisanya deh digabung dengan pakaian kotor di koper hehehehe…..

salah satu bus Sightseeing Madrid
 Makan malam kami beli ayam KFC yang ada di Plaza de Sol. Lumayan deh, bawa ke hotel, makan sambil nonton TV. TVnya siaran lokal, isinya kebanyakan kuis dan sepak bola.  
Hari 4 :
Setalah makan pagi, kami siap2 packing barang dan naik bus hotel menuju Aeroporto Barajas pulang ke Basel Airport.
Adios Madrid!
Hasta la vista !

Tips :
Hati2 kalau naik Metro jalur merah. Metro ini selalu penuh, apalagi jam2 sibuk. Pernah saat mau naik, metro sudah penuh, tapi tetap orang berdesak2an naik. Berdiri pun sudah susah.
Saya konsentrasi pegang anak, takut terjepit. Tapi terasa kok tas selempang saya kayaknya berat, seperti tertekan. Saya pikir tadinya oh, mungkin ini tas terjepit orang, eh... taunya pas saya tarik tas saya, resletingnya udah terbuka!  Langsung saya panik, saya rogoh2 untung dompet masih ada di dalam bagian bawah, tertutup dengan barang2 anak diatasnya.  Trus saya bilang ke semua pakai bahasa Indonesia: "Awas, orang yang disebelah copet! Tas saya udah dibuka!"
Orangnya bapak2 besar berjanggut, bekerja sama ber-2. Berpakaian rapi, walau tidak mahal. Tangannya yang satu pura2 menenteng jas, yang satunya lagi membuka tas. Setelah kami sadar dan mandangi mereka, mereka langsung loncat turun di stasiun berikutnya. 

Visited : December 2011
Special thanks to Esty Herasari & Rio Reinhardt for the photos!